Jelang Pemilu 2019 Buruh Malang Raya Siap Ciptakan Suasana Damai

Menjelang pemilu serentak 2019, beberapa Perwakilan buruh se-Malang Raya sepakat siap ciptakan suasama damai.

Hal itu dideklarasikan oleh para buruh dalam acara ‘Sarasehan Ketenagakerjaan dan Problematika Hubungan Industrial’ berlangsung di Hotel Regents Park, Malang, Minggu (9/12).

Serikat buruh yang hadir antara lain SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Malang Raya, SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) Malang. APSM (Asosiasi Pekerja Sejahtera Malan), SBM Malang dan SARBUMUSI (Serikat Buruh Muslim Indonesia) Malang.

Dalam deklarasi tersebut, ada tujuh poin deklarasi damai yang diumumkan oleh para buruh menjelang pemilu 2019. Diantaranya ialah Siap menciptakan iklim politik Indonesia yang aman damai dan sejuk.

Kusmantoro Widodo, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) berpesan agar tidak mudah terintimidasi oleh berita hoaks yang beredar. Ia khawatir, banyak dari oknum yang nantinya akan manfaatkan kawan-kawan serikat buruh dalam rangka kepentingan politik sesaat. Pihaknya menginginkan para buruh agar lebih bijak dalam menerima informasi dan mampu menciptakan menjaga kondisifitas menjelang pemilu 2019.

“Malang merupakan ukuran barometer politik di Jawa Timur, jika Malang Raya mampu menciptakan suasana kondusif, maka Jawa Timur pun juga akan ikut kondusif,” ucapnya dikutip dari suryamalang.com.

Sementara itu, Yani satu diantara buruh yang hadir mengatakan, dirinya bersama rekan-rekan buruh yang lain siap menggelar pemilu damai. Maraknya politik uang ditanggapi dengan dingin oleh Yani, ia berujar rekan-rekan buruh yang lain harus kompak dan satu suara agar susana pemilu nanti bisa kondusif.

“Politik biarlah politik, kami akan fokus kerja saja,” ucapnya.

Yohanes Haryo Sutrisno, Dewan Pengupahan dan SDM Apindo Kota Malang meminta agar buruh dan pengusaha berdemokrasi secara sehat dan kondusif. Pilihan politik adalah hak pribadi masing-masing warga negara.

Namun, dia berharap Kota Malang yang sudah aman, tenang dan kondusif ini tidak diusik oleh upaya politisasi buruh.

“Semoga tidak dipolitisir, dan semua pihak bisa bersikap dewasa, karena politik adalah hak pribadi masing-masing warga negara. Ada ungkapan kalau mendapat kasih sayang dadakan, siap siap lah ditinggal dadakan. Kalau ada yang merayu-rayu cobalah untuk dipikir lebih dulu.,” ujar Yohanes.

Kasat Intelkam Polres Malang Kota, AKP Budi Winarto sebagai pemateri dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, mengatakan pihaknya terus menyuarakan Kamtibmas.

Menurutnya, keadaan ekonomi dapat tumbuh bagus manakala Kamtibmas kondusif. “Kita harus sama-sama melakukan gerakan yang terukur dan proposional. Selama kita dapat menjaga kerja sama yang baik, kondisifitas akan terjaga, investor tidak lari perekonomian meningkat. Selalu ciptakan Kamtibmas demi menjaga situasi kondusif yang aman dan nyaman,” ujar AKP Budi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *