Tidak Lanjut Kuliah dan Jadi Buruh? Bersyukurlah Karena Hal Berikut!

Banyak orang beranggapan bahwa kerja menjadi buruh pabrik merupakan hal yang sangat berat karena harus kerja keras, mengeluarkan banyak tenaga, dan mendapatkan gaji yang tidak tinggi. Begitulah pandangan banyak orang mengenai buruh pabrik. Mereka justru membandingkan dengan orang yang kuliah dengan gelar sarjana yang dianggap akan mendapatkan pekerjaan lebih mudah dan dengan gai yang tinggi.

Padahal kenyataannya tidak demikian. Jika kita melihat lebih dalam maka banyak lulusan SMA yang justru terjun ke dunia kerja karena memang pilihan mereka sendiri. Alasannya juga bermacam-macam, seperti tidak ingin lanjut sekolah, tidak ketrima kuliah, atau ingin membantu ekonomi keluarga. Sebaliknya, orang yang memiliki gelar sarjana belum tentu langsung mendapatkan pekerjaan yang nyaman.

Keputusan menjadi buruh pabrik dibandingkan melanjutkan kuliah sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Ini karena dalam dunia kerja seperti halnya di pabrik banyak sekali hal positif yang akan didapat.

Yang pertama adalah menjadi karyawan pabrik merupakan kesempatan seseoarang untuk menguji kemampuan fisiknya. Kerja di dipabrik memang melelahkan, apalagi jika harus lembur. Dari situ seseoarnag akan belajar untuk mengeksplor batas kemampuan fisik hingga paling maksimal. Hal ini berguna saat seseorang sudah berkeluarga kelak. Karena mengurus anak saat masih kecil membutuhkan tenaga yang ekstra.

Selain kemampuan fisik, mental seseoarang ketika menjadi buruh pabrik juga akan lebih terlahit. Seperti yang kita ketahui, menjadi seorang pekerja memang memiliki banyak tekanan, baik dari atasan maupaun dari pekerjaan. Hal ini membantu seseorang memilki mental yang lebih kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Hal positif lain ketika Anda memilih menjadi buruh pabrik adalah Anda akan memiliki kemampuan dalam mengatur waktu. Dalam dunia industri, target harus terpenuhi sesuai waktu yang sudah ditentukan. Jika tidak maka siap-siap Anda akan kena marah atasan. Dari hal tersebut Anda akan lebih belajar menghargai waktu, sehingga dalam kehidupan sehari-hari manajemen waktu akan lebih tertata dengan baik. Terlebih saat sudah berumah tangga, manjamen waktu menjadi hal yang harus diperhatikan dalam menentukan keputusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *