Kisah Buruh Pemilik Lamborgini

Menjadi seseorang yang sukses adalah keinginan semua orang. Kesempatan untuk menjadi sukses juga dapat dimiliki oleh siapa saja. Orang yang sukses tidak selamanya bagi mereka yang memiliki jabatan tinggi atau memiliki gelar. Justru banyak kesuksesan yang diraih bagi mereka yang berani mengambil risiko atas keputusannya dan bagi mereka yang kreatif untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Hal ini yang dirasakan oleh Adi Ismail, pria yang bosan bekerja sebagai buruh pabrik lalu memutuskan untuk terjun ke dunia usaha. Bahkan ia mampu membeli supercar dari hasil usahanya tersebut.

Cerita ini berawal saat Adi merasa jenuh dan merasa buruh tekstil bukanlah profesi yang tepat. Bekerja dengan orang lain dengan gaji yang pas-pas an enurutnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Akhirnya Adi memutuskan untuk membuka usaha makanan bersama temannya yang sama-sama terpaksa keluar dari pekerjaan.

Bersama temannya ia mendirikan perusahaan food majestic, yakni menjual produk susu. Namun semakin lama semakin berkembang  dan ia terung mengembangkan usahanya hingga berbagai sektor. Salah satu kunci kesuksesannya adalah dengan membuat produk makanan yang sedang tren atau booming serta mengikuti berbagai bazar makanan.

Dari kerja kerasnya, saat ini Adi dan temannya mulai mendapatkan hasil. Bahkan omzet yang didapat bisa mencapai milyaran rupiah. Dalam satu hari, perusahaannya mampu meraup keuntungan hingga 36 juta rupiah. Semua hasil tersebut ia dapatkan dari bisnis makanan dan beberapa bisnis dari internet. Bahkan ia kerap ke luar negeri untuk mengembangkan bisnis yang ia miliki.

Cita-citanya memiliki supercar akhirnya terwujud. Dari hasil jerih payahnya selama mengelola bisnis makanan, Adi mampu membeli Lamborghini Gallardo. Dengan usianya yang masih 30-an, ia menjadi salah satu pengusaha sukses asal Indonesia yang berkiprah di luar negeri.

Cerita Adi Ismail ini membuktikan bahwa untuk menjadi sukses tidak harus memiliki jabatan yang tinggi ataupun memiliki gelar. Setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi sukses tinggal bagaimana kita dapat melihat peluang yang bersungguh-sungguh dalam menjalankan apa yang kita ingingkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *