Risiko Investasi: Prediksi Peningkatan Risiko oleh Perusahaan Asuransi di Asia Pasifik

Sebanyak 85% perusahaan asuransi di kawasan Asia Pasifik (APAC) memperkirakan bahwa risiko investasi mereka akan meningkat dalam dua tahun ke depan, menurut riset terbaru yang dilakukan oleh Clearwater Analytics.

Riset itu mencatatkan hasil yang cukup mencolok, dengan 72% responden sebelumnya mengaku sudah merasakan peningkatan risiko dalam dua tahun terakhir. Hal tersebut menunjukkan adanya tren peningkatan ketidakpastian di pasar investasi global, yang mempengaruhi strategi dan portofolio perusahaan asuransi di wilayah ini.

Temuan ini berasal dari survei yang melibatkan eksekutif manajemen aset yang mengelola dana investasi dengan total nilai mencapai US$3,82 triliun.

Pengelolaan Risiko Investasi: Tantangan Baru bagi Perusahaan Asuransi di APAC

Hasil riset menunjukkan bahwa meskipun perusahaan asuransi semakin berani mengambil risiko, mereka masih merasa tidak sepenuhnya siap dalam mengelola risiko-risiko tersebut. Salah satu alasan utama adalah keterbatasan sumber daya dan waktu dalam mengelola risiko investasi secara optimal.

Sebagian besar perusahaan juga mengungkapkan bahwa penggunaan otomatisasi dalam pengelolaan risiko menjadi alat yang sangat penting. Otomatisasi dianggap lebih efektif daripada regulasi yang ketat atau penguatan pengendalian modal, karena dapat mempercepat proses dan mengurangi risiko kesalahan manusia.

Namun, meskipun teknologi dapat membantu, 77% responden menyatakan bahwa pemenuhan regulasi dan kepatuhan terhadap standar yang ada masih memerlukan waktu dan sumber daya yang lebih besar.

Chief Strategy Officer dan President APAC Clearwater Analytics, Shane Akeroyd menambahkan bahwa perusahaan asuransi kini semakin terbiasa dengan risiko yang lebih tinggi, namun kesiapan operasional mereka belum sepenuhnya mengikuti selera risiko tersebut.

Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi dan sistem baru dalam pengelolaan risiko diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mendukung strategi investasi yang lebih aman.

Risiko investasi di Asia Pasifik diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang, dengan 85% perusahaan asuransi di kawasan ini mengungkapkan bahwa mereka melihat adanya peningkatan dalam profil risiko mereka.

Meskipun banyak perusahaan asuransi yang semakin berani dalam mengambil risiko, kesiapan operasional dalam mengelola risiko tersebut masih menjadi tantangan besar.

Penggunaan teknologi, seperti otomatisasi dalam pengelolaan risiko, diharapkan dapat membantu perusahaan asuransi untuk lebih efisien dan siap menghadapi ketidakpastian pasar yang semakin kompleks.

Demikian informasi seputar risiko investasi. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Infoburuh.Com.