Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menegaskan bahwa target investasi 2026 di wilayahnya ditetapkan sebesar Rp86 triliun. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding target tahun 2025 yang hanya Rp57 triliun.
Realisasi investasi 2025 di Kepri bahkan melampaui target, mencapai Rp78 triliun atau 112 persen dari target nasional.
Ansar mengajak seluruh jajaran kepala OPD dan ASN bekerja keras untuk memastikan target investasi 2026 tercapai. Pemerintah daerah bersama pusat menyiapkan sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam melalui Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Investasi baru di Kabupaten Bintan juga didorong, seperti pembangunan kawasan industri petrokimia di Pulau Poto dan pengembangan industri baja di Pulau Numbing.
Target Investasi 2026 di Kepri Capai Rp86 Triliun, Dorong Proyek Strategis
Selain itu, KEK Thiansan di Kabupaten Lingga yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tengah didorong realisasinya. Pemerintah daerah juga fokus pada pengembangan industri rumput laut di Dabo Singkep, Lingga, dengan target 5.000 hektare, dan di Kabupaten Anambas dengan target produksi 300 ribu ton per tahun.
Langkah itu sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama perempuan, yang terlibat langsung dalam sektor industri. Di Kabupaten Natuna, pemerintah provinsi bekerja sama dengan beberapa perusahaan tambang untuk membahas pengembangan industri tambang pasir silika.
Meski masih terkendala harga patokan mineral yang tinggi, langkah percepatan investasi tetap menjadi prioritas. Pemerataan investasi menjadi strategi penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh kabupaten/kota, tidak hanya Batam.
Kepri kini memiliki sekitar 25 kawasan industri yang menyerap sekitar 400 ribu tenaga kerja, dengan konsentrasi utama di Batam, Bintan, dan Karimun. Upaya strategis ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, dan menekan angka pengangguran.
Target investasi 2026 di Kepri ditetapkan Rp86 triliun, mencakup pengembangan KEK, industri petrokimia, baja, rumput laut, dan tambang. Strategi ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan pemerataan investasi di seluruh wilayah.
Demikian informasi seputar target investasi 2026 di Kepulauan Riau. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Infoburuh.Com.
