3 Alasan Mengapa PLTA Membutuhkan Aliran Air Sungai atau Bendungan, Berikut Penjelasan Lengkapnya

PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan energi potensial dan kinetic air untuk menghasilkan energi Listrik. Lantas, Mengapa PLTA membutuhkan aliran air sungai atau bendungan? Yuk kita bahas!

Cara Kerja PLTA

  • Air dikumpulkan di waduk (reservoir) yang dibuat dengan membangun bendungan. Semakin tinggi bendungan, semakin besar energi potensial airnya.
  • Air dialirkan dari waduk melalui pipa pesat ke turbin air. Energi kinetik air dari pipa pesat menggerakkan turbin.
  • Putaran turbin dihubungkan ke generator untuk menghasilkan listrik.
  • Listrik disalurkan ke rumah-rumah dan industri melalui jaringan transmisi.

Mengapa PLTA Membutuhkan Aliran Air Sungai atau Bendungan?

PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) membutuhkan aliran air sungai atau bendungan karena prinsip kerjanya bergantung pada energi potensial dan kinetik air. Berikut penjelasannya:

  1. Aliran Air

Pasalnya, bendungan menahan air sungai dan menciptakan waduk. Ketika air dari waduk dialirkan melalui pipa pesat ke turbin, air tersebut memiliki energi kinetik karena pergerakannya yang dapat menghasilkan listrik.

2. Energi Potensial Air

Air yang dikumpulkan di waduk (reservoir) memiliki energi potensial karena posisinya yang lebih tinggi. Semakin tinggi waduk, semakin besar energi potensial airnya.

3. Turbin dan Generator

Energi kinetik air dari pipa pesat menggerakkan turbin air. Maka dari itu putaran turbin ini kemudian dihubungkan ke generator untuk menghasilkan listrik.

Kesimpulan:

Tanpa aliran air sungai atau bendungan, tidak akan ada air di waduk dan pipa pesat. Tanpa air di pipa pesat, turbin tidak akan berputar dan generator tidak akan menghasilkan listrik.

Manfaat Bendungan:

Bendungan tidak hanya membantu menampung air untuk PLTA, tetapi juga memiliki beberapa manfaat lain, seperti:

  • Mengendalikan banjir
  • Menyediakan air irigasi
  • Menjadi objek wisata
  • Menghasilkan PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro)

Kesimpulan:

Aliran air sungai atau bendungan merupakan elemen penting dalam PLTA karena menyediakan energi potensial dan kinetik air yang diperlukan untuk menghasilkan listrik. Bendungan juga memiliki manfaat lain selain untuk PLTA. Yaitu sebagai penyimpan air dan untuk pemanfaatan pertanian dan perikanan.

Kelebihan PLTA

  • Sumber energi terbarukan: PLTA memanfaatkan energi air yang berkelanjutan dan tidak akan habis.
  • Ramah lingkungan: PLTA tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca dan polusi udara lainnya.
  • Biaya operasional rendah: Setelah pembangunan selesai, biaya operasional PLTA cenderung rendah.
  • Dapat menyediakan energi dalam jumlah besar: PLTA dapat menghasilkan energi listrik dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan industri dan rumah tangga.

Kekurangan PLTA

  • Biaya pembangunan tinggi: Pembangunan bendungan dan infrastruktur PLTA lainnya membutuhkan biaya yang tinggi.
  • Dampak lingkungan: Pembangunan bendungan dapat berdampak pada ekosistem di sekitar sungai, seperti hilangnya habitat hewan dan tumbuhan.
  • Resiko bencana: Kegagalan bendungan dapat menyebabkan banjir dan kerusakan yang luas.

Contoh PLTA di Indonesia:

  • PLTA Saguling: Terletak di Jawa Barat, merupakan PLTA terbesar di Indonesia dengan kapasitas 750 MW.
  • PLTA Cirata: Terletak di Jawa Barat, memiliki kapasitas 600 MW.
  • PLTA Jatiluhur: Terletak di Jawa Barat, memiliki kapasitas 120 MW.
  • PLTA Kayan Cascade: Terletak di Kalimantan utara, memiliki kapasitas 9000 MW.

Jadi itulah alasan Mengapa PLTA membutuhkan aliran air sungai atau bendungan. PLTA adalah sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan dapat menghasilkan energi listrik dalam jumlah besar.